Antara Akal Nafsu Dan Setan

Akal merupakan anugerah / pemberian Allah SWT yang hanya diberikan kepada makhluk yang bernama manusia, karenanya menjadikan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk Allah SWT yang lainnya, bahkan malaikat sekalipun. Akal jika digunakan secara benar, nalar dan logika akan cendrung kepada kebenaran dan hal-hal yang baik.

Lain hal nya dengan nafsu, jika diperturutkan tanpa melibatkan akal akan meruntuhkan sebutan makhluk yang paling mulia karena kesempurnaannya tadi, bahkan akan jauh lebih rendah dari pada makhluk yang bernama binatang.

Menurut Al Qur’an Nafsu dibagi menjadi :

  1. Nafsu Ammarah     : Cendrung kepada perbuatan dan prilaku yang dilarang agama / prilaku jahat.

  2. Nafsu Lawwamah   : Menentang kejahatan, tetapi suatu saat jika ia lalai beribadah kepada Allah SWT, maka ia akan terjerumus kepada dosa.

  3. Nafsu Mutmainnah : Selalu dalam ketaatan kepada Allah SWT, khusnul khatimah di akhir hidupnya.

Sedangkan setan karena kesombongannya oleh Allah SWT diturunkan dari surga kedunia. Padahal dahulunya setan atau iblis itu adalah makhluk yang begitu mulia bahkan dia pernah menjadi sayyidul malaikat yang berarti penghulu atau pemimpin para malaikat. Tetapi karena kesombongannya itu yang menyebabkan dia durhaka kepada Allah SWT, sehingga Allah SWT mengeluarkannya dari surga Nya.

Karenanya setan berjanji kepada Allah SWT untuk selalu menggoda dan menyesatkan manusia dengan segala tipu dayanya sampai akhir zaman.

Kita sebagai manusia agar selamat baik didunia, lebih2 diakhirat hendaklah pandai2 menggunakan akal dan nafsu serta menghindari godaan dan tipu daya setan laknatullah. Sekiranya setan tidak ada sekalipun sebenarnya manusia tetap saja banyak yang berbuat jahat dan dosa dikarenakan tidak menggunakan akal sebagaimana mestinya dan memperturutkan nafsu nya, khususnya nafsu ammarah. Oleh karena itu di dalam bulan suci Ramadlan dikatakan setan2 dibelenggu, tetapi kenyataannya kejahatan dan prilaku manusia berbuat dosa tetap saja tidak berkurang, nah ! ini karena memperturutkan nafsunya dan tidak menggunakan akal sebagaimana mestinya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s